1. Pembuatan cetakan induk: Ada banyak bahan untuk cetakan induk. Umumnya, bahan untuk cetakan induk harus mudah dibentuk, mudah diletakkan, dan memiliki karakteristik stabilitas yang baik. Seperti kayu, plester, lilin, dll. Kami biasanya menggunakan kayu. Sesuai dengan gambar produk atau gambar cetakan, pengrajin kayu akan membuat cetakan induk kayu.
2. Perbaikan cetakan utama: Cetakan utama harus diperbaiki sebelum cetakan produksi dapat dibangun kembali. Penyelesaian meliputi pemberian dempul, pembentukan, koreksi ukuran, dan penguatan. Proses ini terutama untuk melakukan perawatan dasar pada permukaan dan keseluruhan cetakan kayu untuk memastikan bahwa ukuran dan bentuk cetakan kayu sesuai dengan gambar.

3. Perlakuan permukaan cetakan utama: Dalam proses ini, terdapat penyemprotan gel coat, pengeringan gel coat, penggerindaan, pemolesan, pelapisan lilin, dan sebagainya. Semprotkan gel coat pada cetakan utama yang telah diproses pada proses sebelumnya, lalu tunggu hingga gel coat mengering. Setelah gel coat mengering, amplas permukaan gel coat dengan kertas amplas. Umumnya, dari puluhan amplas kasar hingga amplas halus. Setelah mengamplas, mulailah memoles cetakan, dan akhirnya oleskan produk pelepas cetakan. Sampai titik ini, produksi model utama telah selesai. Kemudian Anda dapat menggunakan cetakan utama untuk membuat cetakan produksi. Banyak bahan dan alat yang digunakan dalam proses ini. Kayu dan peralatan pertukangan kayu yang sesuai sangat diperlukan. Selain itu, ada juga: dempul (juga disebut putty), kertas amplas, dari puluhan amplas kasar hingga lebih dari 1.000 amplas halus, gel coat (umumnya menggunakan gel coat produk), pembersih cetakan, bahan penyegel, pasta pemoles, lilin pelepas cetakan, dll.
Selain itu, beberapa alat kecil seperti mesin amplas, roda pemoles, pistol semprot gel coat, pompa udara (atau sumber udara lainnya) juga digunakan.
4. Reproduksi cetakan produksi: Setelah lilin pelepas diaplikasikan pada cetakan utama, cetakan produksi dapat dibangun kembali. Proses produksinya adalah sebagai berikut:
⑴ Penyemprotan lapisan gel cetakan: Sejak cetakan produksi dimulai, lapisan gel cetakan dengan kinerja yang lebih baik harus digunakan untuk memastikan efek akhir cetakan. Dan lapisan ini perlu disemprotkan hingga ketebalan tertentu.
⑵Pelapisan cetakan: Setelah lapisan gel cetakan mengeras, pelapisan dapat dimulai. Proses pelapisan tidak boleh terlalu cepat, umumnya 2-3 lapis kain fiberglass atau felt fiberglass per hari. Sejumlah resin cetakan digunakan untuk pelapisan. Kinerja resin ini lebih baik daripada resin biasa. Selama proses pelapisan, pekerja perlu mencampur lem, yaitu menambahkan akselerator dan zat pengeras ke resin, lalu menggunakan alat lem untuk meratakan lem, meratakan lapisan kain serat kaca, dan mengoleskan lapisan lem. Pada saat yang sama, gunakan rol besi untuk meratakan kain. Hilangkan gelembung dan ratakan lem. Ketika ketebalan yang ditentukan tercapai, pelapisan selesai. Dalam keadaan normal, ketebalan cetakan harus mencapai 3-5 kali ketebalan produk. Oleh karena itu, waktu pelapisan umumnya lebih lama, yang dapat berlangsung selama 6-7 hari.
⑶ Pengeringan dan penguatan cetakan: Cetakan dapat dikeringkan secara alami atau dipanaskan untuk pengeringan, tetapi umumnya yang terbaik adalah membiarkan cetakan mengering secara alami. Setelah periode pengeringan alami, cetakan harus diperkuat agar tidak rusak selama proses produksi.
⑷ Perlakuan permukaan cetakan produksi: Setelah cetakan produksi mengeras hingga waktu yang dibutuhkan, cetakan dapat dilepas dari cetakan utama. Metode pelepasan cetakan dapat dilakukan secara manual atau dengan udara bertekanan tinggi. Cetakan produksi setelah pelepasan cetakan juga perlu diberi perlakuan permukaan, termasuk pengamplasan, pemolesan, pembuatan garis proses, dan pelepasan produk. Setelah produk pelepasan diletakkan, cetakan dapat digunakan untuk memproduksi produk.

Bahan-bahan yang digunakan pada tahap ini adalah: gel coat cetakan, resin cetakan, resin biasa; zat pengeras, akselerator; alas permukaan serat kaca, kain felt serat kaca, kain serat kaca; amplas halus, pembersih cetakan, zat penyegel, pasta pemoles, produk pelepas (lilin pelepas, zat pelepas semi-permanen, dll.).
Alat-alat yang digunakan tidak hanya alat pemrosesan cetakan, tetapi juga alat penataan lapisan: seperti rol karet, sikat karet, rol besi, dan lain sebagainya.
Pembuatan cetakan adalah proses yang rumit dan panjang. Umumnya, siklus produksi sebuah cetakan memakan waktu sekitar satu bulan sebelum dan sesudah pengerjaan.
Waktu posting: 01-Apr-2021